Mencetak Telenta Energi: 30 Peserta M2BEE Sebagai Jawaban Indonesia Atas Tantangan “Green Job Gap Global”
Menghadapi Realitas: Tantangan Transisi dan Kesenjangan Talenta
Di tengah ambisi transisi energi nasional, Indonesia menghadapi tantangan besar dalam pengelolaan konsumsi energi yang tumbuh 3-5% setiap tahunnya (HEESI ESDM). Realitasnya, pada tahun 2045, sektor green jobs diprediksi akan membutuhkan hingga 1,3 juta tenaga kerja khusus di bidang efisiensi energi. (ETP UNOPS, 2025).
Namun, muncul sebuah kendala serius yang disebut sebagai "the green gap". Saat ini, terdapat kelangkaan global sebesar 12,3% untuk tenaga ahli transisi energi yang kompeten. Tanpa intervensi strategis, target efisiensi energi nasional akan sulit tercapai karena kurangnya manajer dan auditor energi yang mampu mengelola lonjakan konsumsi sesuai regulasi.
“Kemitraan antara Indonesia dan Inggris melalui UK PACT Fase 2 dalam program M2BEE bukan sekadar dukungan teknis, melainkan investasi nyata pada aset paling berharga sebuah negara: generasi mudanya. Kami bangga dapat mengawal lahirnya para ahli efisiensi energi yang akan menjadi garda terdepan transisi energi global.” Ianto Jones - Head of Low Carbon Energy and Infrastructure for British Embassy Jakarta.
M2BEE: Lebih dari Sekadar Magang
Magang Mahasiswa Bidang Efisiensi Energi (M2BEE) berupaya mengisi kesenjangan (gap) kelangkaan tenaga “green skills” melalui pengembangan kompetensi yang memberikan pengalaman langsung untuk meningkatkan kapasitas talenta pengelolaan energi secara optimal dan berkelanjutan. M2BEE hadir sebagai solusi nyata melalui kolaborasi pentahelix yang melibatkan DJEBTKE KESDM, IREEM, dan dukungan UK PACT Fase 2.
”Program M2BEE tidak hanya sekadar magang administrasi, melainkan berfokus pada penerapan manajemen energi. Proses ini mencakup penunjukan manajer energi, penyusunan program efisiensi, serta pelaksanaan audit energi dan rekomendasinya. Poin utamanya adalah memahami bahwa efisiensi energi merupakan "fast fuel" atau langkah tercepat menuju ketahanan dan kemandirian energi sebelum mulai menghitung kebutuhan pasokan dari pembangkit energi terbarukan yang baru,” Dr. Ir. Hendra Iswahyudi, M.Si. - Direktur Konservasi Energi, DJEBTKE-KESDM.
Tahun ini, M2BEE menjaring 30 mahasiswa teknik terpilih dari 6 universitas mitra terkemuka: Universitas Indonesia (UI), Universitas Gajah Mada (UGM), Universits Multimedia Nusantara (UMN), Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Universitas Muhammadiyah Bandung (UMB), dan Univesitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta. Formasi peserta terdiri dari 18 mahasiswa laki-laki dan 12 mahasiswi perempuan, yang mencapai 40 persen keterwakilan perempuan. Angka ini merupakan bagian dari komitmen kuat program M2BEE dalam meningkatkan GEDSI (Gender Equality, Disability, and Social Inclusion) untuk memastikan keikutsertaan gender yang inklusif dalam melatih talenta energi masa depan yang berdaya saing.

Dr. Ir. Hendra Iswahyudi, M.Si. (kiri) Direktur Konservasi Energi, DJEBTKE-KESDM dan Ianto Jones Head of Low Carbon Energy and Infrastructure, British Embassy Jakarta (kanan) memasangkan helm safety secara simbolis kepada perwakilan peserta sebagai tanda peluncuran resmi pelaksanaan program M2BEE 2026
Perjalanan Transformasi: Dari Bootcamp hingga Sertifikasi
Selama lima hari intensif, para peserta ditempa melalui kurikulum yang menggabungkan pembangunan karakter dan penguasaan instrumen teknis:
• Sinergi dan Team Building (Hari 1): Peserta mengawali perjalanan dengan membangun semangat belajar dan kolaborasi melalui sesi team building. Fokus utama adalah mempererat ikatan antarpeserta serta memperkuat perspektif GEDSI dalam dunia green jobs.
• Pondasi Sistem Manajemen (Hari 2): Memasuki ranah teknis, peserta membangun pondasi Sistem Manajemen Energi (EnMS). Materi mencakup Pengantar Energi, Pengantar EnMS, hingga tahap perencanaan audit energi yang dipandu langsung oleh tenaga ahli dari IREEM.
• Wawasan Dunia Nyata (Hari 3): Melakukan kunjungan lapangan (site visit) ke gedung strategis seperti Wisma Danantara untuk memahami realitas mesin pendingin dan beban listrik secara empiris di lapangan.
”Mahasiswa dapat melihat secara langsung peralatan nyata terkait efisiensi energi. Hal ini sangat penting karena peralatan yang sebelumnya mungkin hanya bisa mereka pelajari melalui teori di kelas, kini dapat disaksikan dan dipelajari bentuk serta fungsinya secara riil di lapangan.” Gempur Soesetyo Hadi - Direktur Utama, PT Gedung Bank Exim (GBE)

Peserta M2BEE berkesempatan melakukan site visit ke gedung Danantara untuk melihat langsung pelaksanaan manajemen energi dan berdiskusi dengan operator lapangan. Rombongan diterima langsung oleh Gempur Soesetyo Hadi, Direktur Utama PT Gedung Bank Exim (GBE)
• Aksi Nyata & Peluncuran (Hari 4): Ditandai dengan seremoni peluncuran yang megah dihadiri perwakilan dari British Embassy dan diluncurkan Dr. Ir. Hendra Iswahyudi, M.Si. (kiri) Direktur Konservasi Energi, DJEBTKE-KESDM dengan pemasangan helm secara simbolis kepada 6 mahasiswa, setelah itu para peserta langsung melakukan praktik audit energi mandiri di Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi Gedung Slamet Bratanata Kementerian ESDM. Mereka mengoperasikan peralatan profesional seperti Lux Meter untuk pencahayaan dan mempelajari penggunaan Power Meter untuk mengukur beban peralatan.

Momentum Peluncuran M2BEE: Dr. Ir. Hendra Iswahyudi, M.Si (Kementerian ESDM) dan Ianto Jones (British Embassy Jakarta) bersama tim UK-PACT Palladium Group, EBTKE dan IREEM, 30 peserta, dan dosen pendamping merayakan langkah awal program ini. M2BEE siap memberikan pengalaman berharga kepada mahasiswa melalui pengembangan kompetensi 'green skills' untuk mendukung keberlanjutan energi di Indonesia.
Testimoni Peserta
”Program ini telah membuka mata kami mengenai bidang efisiensi energi, mulai dari aspek teknologi, ekonomi, bisnis, hingga permasalahan global. Selain ilmu teknis, kami juga diajarkan oleh para profesional cara menyampaikan ide dan gagasan hasil analisis kami secara efektif. Kami berkomitmen untuk menggunakan ilmu ini demi berkontribusi kepada universitas, negara, serta dunia untuk kehidupan manusia yang lebih baik,” Annisa Ramadani -peserta mahasiswi dari Universitas Indonesia

Setelah resmi diluncurkan, 30 peserta M2BEE melaksanakan praktik audit energi mandiri di lingkungan Gedung Slamet Bratanata, Kementerian ESDM. Didampingi oleh tim ahli EBTKE dan IREEM, para talenta muda ini mempraktikkan langsung penggunaan alat ukur dan analisis beban energi pada sistem mekanikal serta elektrikal gedung. Langkah nyata ini menjadi bagian penting dalam pengembangan kompetensi green skills untuk mendorong transisi energi di Indonesia.
•Advokasi & Presentasi Hasil (Hari 5): Menjembatani Data Menjadi Aksi Strategis
Rangkaian pembekalan intensif ini mencapai puncaknya pada hari kelima dengan sesi strategi komunikasi dan advokasi yang dibawakan oleh Tim UK PACT Palladium. Sesi ini didasarkan pada realitas bahwa data audit energi yang tajam tidak akan menghasilkan perubahan tanpa kemampuan penyampaian yang efektif kepada pengambil keputusan. Para insinyur masa depan dilatih untuk tidak hanya mahir mengoperasikan alat, tetapi juga piawai menyuarakan solusi melalui transformasi temuan teknis yang kompleks menjadi pesan yang persuasif, terstruktur, dan mudah dipahami oleh para pemangku kepentingan (stakeholders).

Hari ke-5 Bootcamp M2BEE: Tim UK PACT Palladiummembekali peserta dengan teknik Communication and Advocacy. Talenta energi ini dilatih menjadi komunikator kebijakan mengemas data teknis menjadi pesan persuasif bagi stakeholders. Rangkaian ditutup dengan presentasi hasil audit mandiri, diskusi bersama ahli, dan penyerahan sertifikat sebagai simbol kesiapan mereka terjun ke lapangan.
Kehadiran Dr. Ir. Arief Yunan, M.Si., IPU, ASEAN Eng. (Executive Director IREEM) dan Dr. Ir. Saleh Abdurrahman, M.Sc (Anggota Dewan Energi Nasional 2026-2030 & Advisory Board IREEM) memberikan penekanan khusus pada visi jangka panjang program ini.
Peserta didorong untuk tidak sekadar menjadi teknisi, melainkan bertransformasi menjadi Duta Hemat Energi. Harapan besar diletakkan pada pundak para talenta muda ini untuk menjadi motor penggerak transisi energi di lingkungan kampus masing-masing mulai dari memberikan edukasi bagi rekan sejawat hingga menyampaikan advokasi strategis kepada jajaran manajemen kampus.
Kegiatan Bootcamp diakhiri dengan sesi presentasi hasil praktik audit mandiri di hadapan para tenaga ahli dan rekan sejawat. Dalam sesi tanya jawab yang dinamis, peserta membuktikan kapasitas mereka dalam mempertahankan argumen berbasis data. Sebagai simbol kesiapan untuk terjun langsung ke lapangan, rangkaian ini ditutup secara prestisius dengan penyerahan sertifikat resmi yang ditandatangani langsung oleh Direktur Konservasi Energi Kementerian ESDM, menandai lahirnya generasi baru profesional energi yang kompeten, teknis, dan mahir dalam advokasi.
Dampak yang Diharapkan: Menanam Benih Keberlanjutan
Setelah pembekalan, peserta akan menjalani 2 bulan magang untuk menghasilkan laporan audit energi dan rekomendasi peningkatan efisiensi yang aplikatif. Dampak yang dituju sangat jelas:
1.Bagi Peserta: Membangun portofolio profesional dan memperoleh sertifikasi resmi sebagai bekal karier di bidang green jobs.
2.Bagi Institusi: Mengoptimalkan kinerja energi yang berdampak langsung pada efisiensi biaya dan penurunan konsumsi energi.
3.Bagi Nasional: Berkontribusi langsung pada target pemerintah dalam mewujudkan ketahanan dan transisi energi menuju Net Zero Emission.
M2BEE bukan sekadar program magang; ini adalah akselerasi kompetensi untuk menyiapkan talenta energi masa depan Indonesia yang inklusif, teknis, dan mahir dalam advokasi.
Ikuti perjalanan talenta M2BEE di kanal media sosial IREEM
#IREEM #GreenSkills #M2BEE #AksiEnergi #BootcampM2BEE #Sustainability