Mempercepat Dekarbonisasi Maritim: 18 Auditor Energi Baru Siap Transformasi Efisiensi Pelabuhan Indonesia</

Mempercepat Dekarbonisasi Maritim: 18 Auditor Energi Baru Siap Transformasi Efisiensi Pelabuhan Indonesia

Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia menempatkan sektor maritim sebagai urat nadi konektivitas dan pertumbuhan ekonomi nasional. Namun, peran vital ini membawa konsekuensi konsumsi energi yang masif, di mana operasional pelabuhan dan transportasi laut masih sangat bergantung pada bahan bakar fosil. Di tengah komitmen global menuju Net Zero Emissions, tantangan terbesar yang dihadapi industri bukan sekadar ketersediaan teknologi, melainkan ketersediaan sumber daya manusia yang kompeten dalam mengidentifikasi pemborosan energi secara sistematis dan sesuai standar internasional.

Ketimpangan antara ambisi kebijakan dan implementasi di lapangan sering kali berakar pada minimnya data audit energi yang akurat. Pada akhirnya, keberhasilan dekarbonisasi sangat bergantung pada penguatan kapasitas profesional untuk memastikan implementasi efektif dari Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Permen ESDM) Nomor 8 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Konservasi Energi. Kehadiran auditor energi yang tersertifikasi menjadi krusial sebagai penggerak utama agar mandat regulasi tersebut tidak hanya berhenti pada level administratif, tetapi bertransformasi menjadi aksi nyata yang mampu menekan biaya operasional sekaligus mengurangi jejak karbon secara signifikan. Menjawab kebutuhan mendesak tersebut, Kementerian Perhubungan RI bersama IREEM, dengan dukungan penuh dari UK PACT, menyelenggarakan program Pelatihan dan Sertifikasi Auditor Energi di Sektor Maritim yang berlangsung pada 19 – 23 Januari 2026 yang berlangsung di Cilegon, Banten. Sinergi ini dirancang untuk mencetak tenaga ahli yang tidak hanya menguasai teori, tetapi juga tangguh dalam praktik audit berbasis kompetensi nasional. Dukungan terhadap program ini juga ditegaskan oleh Ibu Andi Poetri selaku UK PACT Indonesia Fund Manager, yang menyampaikan harapannya terhadap dampak jangka panjang kegiatan ini:

“Besar harapan kami agar program yang dilaksanakan oleh IREEM ini dapat mendukung upaya implementasi energy efficiency di sektor maritim. Harapannya para peserta bisa menularkan skill dan knowledge-nya di lingkungan perusahaan masing-masing, serta mampu menginfluence kebijakan internal yang nantinya dapat mendorong implementasi efisiensi energi secara lebih luas. Kami juga berharap kegiatan ini dapat meningkatkan awareness terhadap pentingnya energy efficiency di sektor maritim.”

— Andi Poetri

Puncak dari program ini adalah keberhasilan 18 peserta yang dinyatakan lulus sertifikasi. Keberagaman perspektif dalam program ini tercermin dari partisipasi aktif peserta perempuan, salah satunya Ibu Dhari Selasih dari KSOP Kelas II Cirebon yang menyatakan:

"Setelah mengikuti pelatihan dan sertifikasi ini saya berencana mulai mengidentifikasi pola penggunaan energi di instansi saya. Kemudian menyusun rekomendasi langkah langkah yang efisien dan realistis untuk dilakukan"

— Dhari Selasih
Ibu Dhari Selasih bersama dua peserta lain sedang melakukan praktik audit energi di gedung PT Krakatau Bandar Samudera (PT KBS)

Validasi kompetensi para calon auditor ini dibuktikan melalui praktik audit lapangan yang dilaksanakan di PT Krakatau Bandar Samudera. Dalam simulasi nyata tersebut, para peserta dibagi ke dalam beberapa fokus spesialisasi, mulai dari evaluasi kinerja energi pada sistem bangunan gedung, analisis mendalam pada pemanfaatan energi termal untuk mengidentifikasi potensi energy loss, hingga pengukuran teknis pada sistem kelistrikan untuk menemukan ruang perbaikan efisiensi. Proses dari hulu ke hilir ini memastikan setiap auditor memiliki portofolio yang kuat dalam merumuskan rekomendasi teknis yang berdampak bagi perusahaan.

Kehadiran 18 calon auditor energi di sektor maritim ini membawa harapan baru bagi penguatan ekosistem pelabuhan dan pelayaran di Indonesia. Komitmen industri untuk mengadopsi hasil audit ini pun sangat kuat, sebagaimana ditegaskan oleh Krista Erikson Barus - Vice President Operasional PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), yang menyampaikan:

"Pelaksanaan sertifikasi ini sangat baik bagi saya, karena saya mendapatkan banyak pengetahuan yang tidak saya ketahui sebelumnya. Setelah saya selesai dan tersertifikasi saya akan mengimplementasikan ke semua pelabuhan pelabuhan ASDP yang ada karena sangat baik untuk kita atau target untuk efesiensi energi di pelabuhan kita"

— Krista Erikson Barus

Dengan kemampuan menjalankan audit secara rutin, institusi maritim kini memiliki fondasi kuat untuk menjalankan operasional yang lebih ramping sesuai mandat Permen ESDM terbaru, sekaligus menjaga keberlanjutan maritim Indonesia di masa depan.

Besar harapan kami agar program yang di laksanakan oleh ireem ini bisa mendukung upay implementasi energy efficiency di sektor maritim. Harapannya para peserta bisa menetuskan skill dan knowledgenya di lingkungan perusahaan masing masing, bisa menginfluence policy yang nantinya bisa mendorong implementasi energy efficiency, dan semoga kegiatan ini bisa meningkatkan awareness terhadap pentingnya energy efficiency di sektor maritim.

share this article